Dear   B|H|I|E|N|D|A

Sepenggalan apa yang terangkum adalah lukisan cerita..untaian kisah..dan ragam kejadian sekelumit perjalanan hidup.

Aku saat keseharianku dari buaian hingga nanti adalah aku yang akan dan terus tumbuh untuk menapaki alur cerita.

Detik ini hampir ruah dengan tangisan,.
Ada waktu melimpah senyuman
Pun tiba saat tak terkira lepas lelap dalam mimpi, Jadi keseharian melepas hari.

Kusadar..

S aat tangisku,..tumbuh gembiraku,..bersua sedihku,..hingga terdiam saat beranjak, dalam sehat hingga sakitku menapaki,
adalah pembelajaran berharga menjalar nadi merambah pemahaman Menambah nilai meretas dinding kosong hingga terisi :

Sesuap,..Sepotong,..Sedikit,..Secuil dan Setitik Ilmu, Itupun bekal bakul yang dipikul.

Saat tiba lepas masa itu
Aku adalah aku yang akan belajar tentang nilai.
Aku adalah aku yang kapan tau

Dimana baik

Apakah buruk

Inikah benar..ataukan salah.

Saat banyaklah ketidak tahuanku.

Abhi..

Bunda..

Dan semua yang menyayangiku..

Jika terlintas, melihat dan menatap dalam mataku
Apa yang kau tahu dan aku belum tahu
Mohon berikan pembelajaran untukku. Berikan aku ilmu..

Ajarkan aku tentang kebaikan yang engkau dan kalian tahu..
Sadarkan aku dari khilaf..
Ingatkan aku jika salah.

Karena Engkau dan kalian telah terlebih dahulu tau,..

Sibak lembaran ini saat nanti aku “lupa”

Buka kisah ini saat Engkau “lengah”

Engkau melakukan banyak kekeliruan dan kesalahan, tapi kelalaian Utama, adalah mengabaikan aku, menyepelekan air mata kehidupan yang terus tumbuh.
Jika engkau perduli Banyak kebutuhan dapat ditunda. Tapi aku tidak dapat menunggu.
Saat tulang-tulang terbentuk, darah dibuat dan dialirkan, dan naluri dikembangkan.
Padaku engkau tidak menjawab ”BESOK” sebab aku dijuluki ”HARI INI”
Sepenggal “Untuk anakku – Gabriela Mistral”

- cle 29709 -

Pin It